Alat Baru yang Ajaib- Karya Ni Putu Puspayoni Nareswari
- RANI LARASSATI
- Apr 25, 2025
- 2 min read

Hujan turun sangat deras di luar rumah, disertai angin sepoi yang meniupkan udara sejuk ke dalam rumah. Primy duduk di ruang tamu sambil menatap karpet yang kotor. Dia baru saja membeli vacuum cleaner baru, tapi belum pernah menggunakannya. Mesin itu terlihat rumit, ada banyak sekali tombol dan lampu yang berkedip-kedip.“Kamu harus coba, Prim.Vacuum cleaner merek ini katanya bagus loh, pasti lebih mudah untuk membersihkan karpet besar ini menggunakan vacuum cleaner dari pada mencucinya,” kata Mia, sahabatnya yang sedang berkunjung.
Dengan sedikit ragu, Primy berdiri dan meraih vacuum cleaner itu. "Baiklah. Kita lihat apakah benda ini memang bagus seperti yang kamu bilang." Primy mengamati alat itu sebentar, memastikan kabelnya cukup panjang untuk mencapai seluruh ruangan. "Oke, pertama-tama kita colokkan dulu ke listrik." Dia mengikuti instruksi, mencolokkan kabel ke stopkontak.
Mia mendekati dan berkata, “Biasanya ada pengaturan kekuatan sedotnya. Coba lihat tombol-tombol itu lalu baca.” Primy memperhatikan bagian atas vacuum cleaner. Ada tombol dengan simbol kecil – satu gambar untuk karpet, satu lagi untuk lantai keras, dan beberapa lainnya. “Ah, ini dia. Aku pilih yang untuk karpet dulu,” katanya sambil menekan tombol.
Setelah menyesuaikan pengaturannya, Primy menarik pegangan vacuum cleaner dan mulai menggerakkan alat itu di atas karpet. Awalnya agak kikuk, tapi dia mulai terbiasa dengan gerakannya. “Ini tidak seburuk yang aku kira,” gumamnya sambil melihat debu dan serpihan kecil menghilang dari karpet.
Setelah selesai di satu sudut, Primy berhenti sejenak. "Lihat, karpetnya jadi sangat bersih!" Dia tersenyum puas. Mia mengangguk, "Sekarang coba pindah ke lantai yang lain.
Jangan lupa ganti pengaturan untuk lantai keras." Lalu Primy menuruti dan membersihkan seisi ruang tamu dengan vacuum cleaner barunya itu. Ia merasa sangat senang karena dengan adanya vacuum cleaner tersebut, Primy menjadi mudah untuk membersihkan rumah. Setelah semuanya bersih, Primy mencabut kabel dari stopkontak lalu menggulung kabel vacuum cleaner dan menyimpannya di sudut lemari. “Gimana, lebih gampang dari yang kamu bayangkan, kan?” tanya Mis sambil tersenyum. Primy tertawa kecil, “Iya, ternyata vacuum cleaner ini memang ajaib. Terima kasih sudah menyemangati aku."

Comments