Bukan Hanya Sekadar Hobi Biasa- Karya Natalia Angelina
- RANI LARASSATI
- Apr 25, 2025
- 2 min read

Sekar, seorang perempuan sederhana yang memiliki hobi untuk membuat kain songket. Tetapi keluarganya sangat tidak setuju terhadap hobinya itu. Sejak Sekar menemukan hobinya itu, nilai Sekar di sekolah mulai menurun. Selain itu, Sekar menjadi lebih sering tertidur saat pelajaran. Salah satu alasannya adalah karena Sekar mulai menerima pesanan untuk membuat kain songket. Usai pulang sekolah, Ia pergi ke toko benang untuk membeli bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kain songket seperti benang sutra dan benang emas atau perak. Setelah membeli semua bahan-bahan yang diperlukan, Sekar bergegas untuk pulang ke rumah agar bisa mengerjakan pesanannya lebih cepat.
Proses pembuatan kain songket dimulai dengan pembuatan tenun dasar atau dasar kain gang akan dihias dengan motif songket. Proses ini membutuhkan alat treadle loom atau tenun dua pedal untuk mengatur pola dan tekstur kain. Untungnya, Sekar memiliki alat tenun itu, Ia pun memulai proses tenun dasar dengan detail dan berhati-hati agar mendapatkan hasil dasar kain yang diinginkan. Lalu, Sekar menggunakan benang emas/perak untuk ditenun secara manual dengan pola yang cukup kompleks. Proses ini akan menghasilkan efek berkilau yang khas pada kain songket. Motif yang digunakan pada kain songket Palembang biasanya bermotif geometris atau flora. Sekar memilih motif flora untuk kain songket yang sedang Ia buat saat ini mengikuti permintaan dari pembeli.
Setelah proses tenun ini, kain akan menjalani tahap penyelesaian seperti tahap pencucian, merapikan, dan menyelesaikan ujung kain. Tahap terakhir yang dilakukan Sekar adalah Ia akan menguji kualitasnya dan diakhiri dengan merapikan tepi dan keseluruhan kain. Sekar menyelesaikan pekerjaannya itu sekitar pukul 11 malam. Ia membersihkan meja kerjanya dan bersiap untuk tidur. Keesokan harinya, Ia mengantarkan pesanan kain songket yang Ia buat semalam dan Sekar dapat penghasilan pertamanya dari hobinya yaitu membuat kain songket. Sekar merasa senang, lalu Ia langsung memberi kabar tersebut kepada Ibunya. Hal itu membuat keluarga Sekar yang sebelumnya tidak setuju dengan hobinya karena dipikir hanya membuang waktu, tetapi Sekar bisa membuktikan bahwa hobinya bukan hanya bisa menghasilkan suatu karya tetapi juga uang. Selain itu, Sekar juga berusaha untuk mengelola waktu belajar, tidur, dan pekerjaanya yaitu membuat kain songket agar Ia tidak sering tertidur di saat jam pelajaran.
Setelah proses tenun ini, kain akan menjalani tahap penyelesaian seperti tahap pencucian, merapikan, dan menyelesaikan ujung kain. Tahap terakhir yang dilakukan Sekar adalah Ia akan menguji kualitasnya dan diakhiri dengan merapikan tepi dan keseluruhan kain. Sekar menyelesaikan pekerjaannya itu sekitar pukul 11 malam. Ia membersihkan meja kerjanya dan bersiap untuk tidur. Keesokan harinya, Ia mengantarkan pesanan kain songket yang Ia buat semalam dan Sekar dapat penghasilan pertamanya dari hobinya yaitu membuat kain songket. Sekar merasa senang, lalu Ia langsung memberi kabar tersebut kepada Ibunya. Hal itu membuat keluarga Sekar yang sebelumnya tidak setuju dengan hobinya karena dipikir hanya membuang waktu, tetapi Sekar bisa membuktikan bahwa hobinya bukan hanya bisa menghasilkan suatu karya tetapi juga uang. Selain itu, Sekar juga berusaha untuk mengelola waktu belajar, tidur, dan pekerjaanya yaitu membuat kain songket agar Ia tidak sering tertidur di saat jam pelajaran.

Comments