top of page

Julius dan Rahasia Hematnya- Karya Leighton Svenbert Ganda

  • Writer: RANI LARASSATI
    RANI LARASSATI
  • Apr 25, 2025
  • 1 min read

Julius selalu merasa bosan saat di rumah, ia tak memiliki teman yang tinggal dekat di rumahnya jadi dia selalu menghabiskan waktu luangnya di rumah sendiri. Julius mencari aktifitas untuk dilakukan yang bisa menghabiskan waktu luang di rumah secara produktif. Keesokan harinya, Julius kehabisan kertas buku di sekolah dan berencana membeli buku baru di koperasi. Julius secara tiba-tiba mendapatkan ide untuk mendaur ulang kertas-kertas bekasnya yang kelimpahan.


Sampai di rumah Julius menemukan beberapa artikel dan video di internet yang menjelaskan cara mendaur ulang kertas bekas. Ia segera menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan seperti kertas bekas, air, blender, dan kain saring.


Pertama, Julius merobek-robek kertas bekasnya menjadi potongan kecil, lalu merendamnya dalam air selama beberapa jam. Sambil menunggu, ia merencanakan akan membuat buku catatan kecil dari kertas daur ulang hasilnya. Setelah kertas-kertas itu direndam cukup lama. Julius memasukkan potongan-potongan kertas tersebut ke dalam blender bersama sedikit air. Ia melumatkannya dengan blender hingga menjadi bubur kertas halus. Dengan hati-hati, ia menuangkan bubur kertas di atas kain saring yang telah dibentangkannya di atas bingkai kayu. Pelan-pelan, Julius menekan bubur kertas dengan sendok untuk meratakan permukaannya. Lalu ia menjemurnya di bawah sinar matahari.


Semalaman ia menunggu, “Hmmm.. semoga hasilnya sesuai ekspetasi.” Julius bergumam membayangkan bagaimana hasil kertas daur ulangnya nanti.


Keesokan paginya, Julius perlahan-lahan mengangkat lembaran kertas dari bingkai. Ia terkejut melihat hasilnya yang cukup bagus. Kertas itu tipis namun cukup kuat, membuat Julius tersenyum puas. Di sekolah, Julius membagikan pengalamannya kepada teman-temannya. Julius menemukan cara menghemat kertas dan juga kepuasan baru. Berkat kreatifi m tasnya Julius menemukan rahasia hemat yang tidak hanya menghemat uangnya, tetapi juga membantu lingkungan. Julius menjadi sosok yang lebih peduli pada lingkungan sekitarnya.

 
 
 

Recent Posts

See All
1000 Candi Untukku- Karya Devika Wulandari

Jendela terbuka, angin sepoi-sepoi Desa Prambanan berbisik dan menyapu halus rambut panjangku. Aku selalu kagum kepada Ayahanda, Prabu Baka, karena ia disegani oleh semua orang. Memimpin sebuah keraja

 
 
 

Comments


Bima Linguistik

©2024 by Bima Linguistik. Dibuat dengan Wix.com

bottom of page