Ketika Sampah Menjadi Karya Seni- Karya Putu Kayla Ayu Anjani
- RANI LARASSATI
- Apr 25, 2025
- 1 min read

Abigail, seorang gadis kecil berusia tujuh tahun yang selalu penuh dengan rasa ingin tahu. Rambutnya selalu di kepang dua dengan pita berwarna merah muda di ujungnya, senyumnya selalu lebar, seakan matahari selalu bersinar di wajahnya. Dengan mata bulatnya yang selalu berbinar, ia tak pernah bosan bertanya "Kenapa?" atau "Bagaimana?" tentang apa pun yang ia lihat di sekitarnya. Setiap kali ada sesuatu yang baginya baru, Abigail pasti akan bersemangat, tak sabar ingin tahu lebih banyak.
Suatu hari ketika dirinya sedang berjalan-jalan seorang diri di taman, ia melihat beberapa botol plastik yang berserakan. Tanpa berlama-lama lagi ia mengambil botol-botol tersebut dan hendak membuangnya, namun belum sempat Abigail membuangnya, Lara sang kakak menyoraki namanya.
“Abigail, botol-botol tersebut masih bisa dipakai. Jangan dibuang terlebih dahulu!” ujar sang kakak, Abigail segera berlari kearah sang kakak sambil membawa botol digenggamannya.
Dengan rasa penasarannya ia berkata “Emangnya botol-botol ini bisa dipakai untuk apa kak?”
Setelah Abigail menyelesaikan pertanyaannya sang kakak menjelaskan bahwa botol-botol tersebut dapat didaur ulang menjadi barang yang lebih berguna. “Kamu lihat kan di taman terdapat banyak bunga? Kita bisa memanfaatkan botol bekas tersebut untuk meletakkan bunga dari taman. Jadi botol ini daapat digunakan sebagai pot atau vas bunga”
Masih dengan rasa penasarannya Abigail buru buru menambahkan “Gimana caranya kak?”
“Botol-botol yang berserakan tadi harus dibersihkan menggunakan air bersih terlebih dahulu, untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran yang tersisa. Botol harus benar-benar kering agar memudahkan kita dalam melanjutkan ke langkah berikutnya” jelas Kak Lara.
Abigail mengangguk tanda ia mengerti dengan perintah sang kakak, “Setelah itu kita harus apa kak?”
Agar botol terlihat lebih menarik gambarlah sebuah pola seperti hewan contohnya, kali ini Abigail lah yang menggambar pola tersebut, tentunya yang dibantu juga oleh Kak Lara. Ia mengambil pensil untuk menggambar sketsa seperti kepala dan telinga, lalu spidol untuk menebalkan sketsa tersebut. Jangan lupa untuk menggambar sebuah ekor agar terlihat lebih realistis, namun saat menggambar ekor gunakanlah bagian plastik lainnya yang tidak terpakai.
Setelah itu potong botol sesuai dengan sketsa yang sudah digambar, Kak Lara melihat Abigail yang kesusahan dalam memotong botol. Ia dengan sigap membantu sang adik mengambil
alih kerjaannya. Kini setiap bagiannya sudah terpotong dengan sempurna, namun Abigail merasa ada hal yang kurang pada pot ini. Ia meninggalkan Kak Lara seorang diri dengan raut wajah bingungnya, beberapa menit menunggu akhirnya Abigail muncul dengan beberapa peralatan lukis di tangannya. Ah! Ternyata pot tersebut belum diwarnai, mereka berdua pun melanjutkan untuk mengecat botol menggunakan cat akrilik.
Abigail mewarnai pot dengan warna jingga karena kucing identik dengan warna tersebut, proses mengecat pun selesai. Kak Lara mengambil botol dan meletakkannya di dekat dengan cahaya matahari agar cat dapat dengan cepat mengering, “Kita harus menunggu agar cat mengering Abigail, barulah setelah itu kita dapat melanjutkan Langkah berikutnya” jelas Kak Lara.
Hampir 15 menit Abigail dan Kak Lara menunggu agar pot benar-benar kering sebelum akhirnya menempelkan bagian ekor menggunakan lem tembak, Abigail juga menambahkan detail seperti mata, hidung, dan mulut dengan menggunakan kertas berwarna. Setelah memastikan semua bagian tertempel dengan baik, langkah akhir adalah meletakkan bunga kedalam botol. Kak Lara memasukkan bunga mawar segar yang berwarna merah, pastinya sebelum itu ia menambahkan tanah agar bunga mawar dapat tumbuh dengan baik.
“Wahh lihat, botol bekas yang tadinya berserakan dan kotor menjadi sebuah pot bunga yang indah” Abigail merasa bangga dengan hasil akhirnya.
“Benar, maka dari itu kakak menyuruhmu untuk tidak membuangnya terlebih dahulu. Karena selain dapat didaur ulang, kita juga dapat meminimalisir sampah yang ada di sekitar kita” bersamaan dengan perkataan Kak Lara, ia meletakkan pot sejajar dengan tanaman hias lainnya yang berada di taman mereka.

Comments