Perjalanan Menuju Identitas- Karya I Nyoman Cantaka Eka Brata
- RANI LARASSATI
- Apr 25, 2025
- 2 min read

Sudah lama Andi mendengar kabar tentang e-KTP, kartu identitas elektronik yang akan menggantikan KTP lamanya. Suatu pagi yang cerah, ia memutuskan untuk mengurusnya. Persyaratan sudah ia kumpulkan: fotokopi Kartu Keluarga, surat pengantar dari RT/RW, dan akta kelahiran yang telah ia simpan rapi di dalam map cokelat.
Langkah pertama, Andi pergi ke kantor kelurahan dengan semangat yang tak biasa. Saat tiba, ia disambut oleh seorang petugas yang tersenyum ramah, “Selamat pagi pak Andi. Apa yang bisa saya bantu?” tanya petugas itu. Andi menjelaskan maksud kedatangannya, dan setelah itu memeriksa dokumen dokumen, petugas itu meminta Andi untuk menunggu sebentar. Sambil menunggu, Andi duduk di bangku panjang di ruang tunggu yang penuh orang. Ada yang sedang berbicara dengan petugas, ada yang sibuk dengan ponsel mereka, dan ada juga yang tampak lelah.
Tak lama namanya dipanggil. “Pak Andi, sekarang kita masuk tahap verifikasi,” ujar petugas itu. Andi diminta menunjukkan beberapa dokumen asli untuk dicocokkan. Setelah semua sesuai, ia diarahkan ke ruangan berikutnya untuk pendaftaran. Proses ini berjalan lancar, lebih mudah dari
yang ia kira.
Selanjutnya, Andi diajak ke ruangan biometrik. Di sana, ia dipersilakan duduk di depan sebuah kamera. “Sekarang kita akan mengambil data biometrik anda, Pak Andi” kata petugas.Setelah itu, sidik jarinya diambil, dan Andi diminta menandatangani digital di layar kecil yang terhubung dengan perangkat komputer.
Setelah data selesai diambil, Andi diminta untuk memeriksa kembali informasi yang sudah terinput
di layar. Ia memeriksa dengan teliti (nama, alamat, tanggal lahir) semua tampak benar. “Bagus, semua datanya sudah sesuai,” kata petugas.
“Sekarang tinggal menunggu proses cetak e-KTP Anda, pak Andi,” lanjut petugas. “Nanti akan ada pemberitahuan kapan KTP bisa diambil. Bisa beberapa hari, atau mungkin beberapa minggu.” Andi mengangguk, meskipun sedikit cemas menunggu proses yang ia harap tidak memakan waktu lama.
Waktu berlalu. Setelah beberapa minggu menunggu, sebuah pesan singkat tiba di ponselnya “KTP
elektronik Anda sudah bisa diambil di kelurahan.” Dengan penuh antusias, Andi segera bergegas kembali ke kantor kelurahan . Setelah menunjukkan bukti pendaftaran, akhirnya KTP baru tersebut sampai di tangannya.
“Selamat, Pak Andi! sekarang anda sudah resmi memiliki e-KTP,” ucap petugas sambil tersenyum. Andi memandangi kartu tersebut dengan perasaan lega. Sebuah perjalanan yang mungkin tampak biasa bagi sebagian orang, namun bagi Andi, ini adalah langkah penting dalam menjalani kehidupan sehari hari. Dengan e-KTP di dompetnya, ia merasa lebih siap menghadapi dunia.

Comments